PENANAMAN KARAKTER PADA SISWA

Tanggal : 08-09-2015

Setiap hari kita , selalu dihadapkan  dengan peristiwa-peristiwa  atau berita yang bersifat in-moral, mulai dari tindak kriminal, penyalahgunaan narkoba, tawuran pelajar, tawuran mahasiswa, demonstrasi yang berakhir anarkis, bentrok antar suku, ricuh antar kelompok masyarakat, korupsi, suap-menyuap, kecurangan birokrasi, jual beli hukum, dan berbagai tindakan tercela yang sering menjadi headline di media massa saat ini., inilah potret nyata merosotnya karakter bangsa yang mulai tergantikan oleh paradigma-paradigma anarkis dan keserakahan lymbic individualisme (pusat insting hewani manusia).
    Berbicara masalah karakter bangsa Indonesia terbilang kuat, sebelum zaman kemerdekaan, tatkala mencapai kemerdekaan, dan saat mempertahankan kemerdekaan. Bangsa kita , senjata yang sangat sederhana, hanya bermodalkan bambu runcing, panah tombak dan kris, penjajah Belanda yang dilengkapi persenjataan canggih  berhasil diusir oleh  anak-anak bangsa dari negri ini. Namun seiring waktu berjalan,bangsa Indonesia yang dulunya dikenal dengan masyarakatnya yang santun dan berbudaya, semakin hari semakin terkikis oleh perkembangan zaman dan pengaruh budaya dari luar, yang budaya tersebut sangat bertentangan dengan budaya kita.
Kalau kita perhatikan  kini, karakter masyarakat Indonesia tidak sekuat pada masa lalu, sudah sangat rapuh. Daya juang bangsa ini nyaris hilang ditelan berbagai godaan kepentingan sesaat.
          Dengan memperehatikan kejadian kejadian diatas maka,  kita sebagai orang tua, sebagai pendidik dan sebagai anggota masyarakat  memiliki tanggung jawab moral terhadap pembinaan dan pembentukan karakter bagi anak anak kita.
            Pembentukan karakter anak tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan secara secara ber kesinambungan anta ketiga lembaga kependidikan, Baik Pendidikan In formal ( pendidikan keluarga),  Pendidikan formal (sekolah) dan non formal (Lingkungan Masyarakat),

a.    Pendidikan informal
Pendidikan Informa sangat menentukan pendidikan formal, pendidikan  informa/ keluarga menjadi dasar/ pondasi dalam pembentukan karakter anak.  Karena pendidik informal/lingkungan keluarga pendidikannya langsung disampaikan oleh kedua orangtua si anak, yang memiliki keterkaitan secara emosional, kasih sayang antara anak dan orang tua. Dengan demikian pendidikan / pengajaran dalam keluarga akan berjalan dengan baik, melalui contoh atau teladan dan pembiasaan  yang disanpaikan orang tuanya, dan oran tua merupakan satu-satunya pigur yang dijadikan teladan bagi anak. Maka sebagai orang tua haruslah memberikan contoh contoh yang baik. Orang tua disamping dia memiliki tanggung jawab moral, ia juga memiliki tanggung jawab dari sisi agama. Dalam Al Qur’an surat Azzariat :,, dijelaskan “ Hai orang orang ber iman jagalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka”.. Dari ayat ini jelas bahwa kita sebagai orang tua memiliki tanggungjawab yang berat, bagaimana kita dapat menjadikan anak keturunan kita menjadi anak yang selamat, baik dikehidupan dunia maupu  diakherat kelak. Hal tersebut tidak akan dapat dicapai tanpa kita ajarkan nilai-nilai agama pada putra putrikita.

b.    Pendidikan Formal
Pendidikan Formal memberikan kontribusi dalam pembentukan karakter setiap murid. sekolah adalah tempat untuk mencapai efektivitas maksimum dalam pengembangan karakter, maka sekolah harus memiliki kebijakan yang jelas yang dijadikan acuan  untuk tercapainya tujuan pendidikan. Salah satunya adalah mendidik siswa agar memiliki karakter /   Akhlak yang Mulia.
ini harus menjadi prinsip koordinasi kerja di sekolah sebagai lembaga pendidikan.
Berikut ini adalah beberapa faktor yang memberikan kontribusi pasti dalam pencapaian karakter yang layak:

1.    Kepala Sekolah
Kepala sekolah adalah pemimpin sekolah yang bertanggung jawab. Kepribadiannya mempengaruhi seluruh institusi dan memainkan peranan besar dalam menentukan atmosfer moral dan intelektual. Dengan cara yang tegas tapi ramah, kepala sekolah akan mampu membangun kondisi sekolah yang kondusif. dengan kepemimpinan yang demokratis dan bijaksana, kepala sekolah dapat memandu para staf dan guru dalam merumuskan falsafah pendidikan yang terpadu sehingga berfungsi dalam kehidupan sekolah. Dengan cara ini kepala sekolah akan berperan dalam memaksimalkan sumber daya para guru dan stafnya untuk kebaikan para murid. Perkembangan karakter terbaik pada setiap murid akan menjadi tujuan penting setiap saat. Kepala sekolah adalah kekuatan moral yang terdepan di sekolah.


       2. Guru
Pengaruh guru terhadap karakter murid-muridnya sangatlah jauh jangkauannya. Hal ini diberikan tidak hanya melalui instruksi yang diberikan kepada anak didik baik dikelas maupun dilingkungan pendidikan lainnya. hal-hal yang murid lakukan tidak terlepas dari  arahannya.
guru merupakan sosok
 yang dianggap teladan di lingkungan sekolah.maka dalam mengembangkan  Minat, hobi, dan
apresiasi guru dapat menjadi sarana membangkitkan minat, hobi dan apresiasi yang sama pada murid yang berpotensi menjadi kekuatan dalam kehidupan mereka nantinya.  Maka seorangguru hendaklah dalam aktifitas kesehariannya mampu mencontohkan terlebih dahulu, sebelum ia memerintahkan kepada siswanya,
guru menerapkan teladan dalam pembentukan karakter/akhlak  yang dia harapkan akan diterapkan oleh para muridnya nanti. Selanjutnya, guru harus memiliki pandangan sosial, sikap hormat terhadap kepribadian anak, dan keinginan tulus untuk membentuk karakter murid-muridnya dengan benar.

c.    Pendidikan Non Formal (Pendidikan di Lingkungan Masyarakat)
Jika pendidikan adalah untuk menghasilkan karakter yang layak, maka penting bahwa sekolah dan rumah bekerja di tujuan dan lintas yang sama. Ini berarti pengetahuan dan pemahaman haruslah mutual. Organisasi Orangtua-Guru adalah langkah di arah yang benar dalam membina hubungan antara orangtua dan guru demi kepentingan terbaik murid dalam kapasitas yang sifatnya saling mendukung. Kepala sekolah dan guru menerima dan berbagi  tanggung jawab untuk membimbing murid. Secara umum i berarti bahwa setiap guru akan berkoordinasi dengan orangtua untuk saling bertukar informasi terkait hal-hal yang terjadi pada murid yang dapat meningkatkan kemampuan akademik mereka dan pembinaan  karakter sehingga siswa memiliki akhlak yang baik.


Dalam menanamkan nilai nilai karakter pada peserta didik harus ada kejasama yang besinergi antara ketiga lembaga pendidikan tersebut,




Kategori
Berita & Artikel

PENGUMUMAN KELULUSAN SISWA KELAS XII TP 2016-2017


DAFTAR NAMA-NAMA SMA NEGERI 12 BANDAR LAMPUNGYANG DINYATAKAN  BERHASIL/LULUS

PENGUMUMAN KELULUSAN SISWA KELAS XII TP 2016-2017


Apycom jQuery Menus
Copyright © 2017 SMAN 12 Bandar Lampung - All Rights Reserved | Developed By : GiNK TECHNOLOGY